MY SECRET--
PART 1
Kisah cinta cinderella tak selalu dalam kebahagiaan..
lentera malam yang akan selalu menerangi malam, akan mulai redup dengan adanya awan kegelapan yang menutupinya..
kisah Aisyah tak seindah karangan dari Asma Nadia, tak seromantis dari kisah BJ. Habibie dan juga Ainun, dan bahagia bersama pangeran seperti Rapunzel.
#Awal
Pisah dengan teman SMP, Guru, beserta kenangan yang indah di Mts dulu membuat aisyah tak bisa untuk melupakannya. Perasaan suka sama sesorang, belajar bersama, jalan-jalan,adalah hal yang paling aisyah ingat. Tamatnya Aisyah SMP, membuat Aisyah berfikir keras dalam memutuskan masa depannya. Hasil UN telah terpampang nyata. Adanya sistem online dalam pendaftaran sekolah membuat Aisyah menjatuhkan beberapa pilihan. Ada beberapa SMA yang dia daftari. selain mendaftar secara Online Aisyah langsung mengunjungi SMA itu satu persatu. Perasaan yang sangat tidak disenangi oleh Aisyah ketika mendaftar di SMA yang ditujunya ialah pelayanan yang kurang memuaskan dan juga lamban.
Perjalanan Aisyah mencari sekolah yang tepat tidaklah mudah. Aisyah selalu didampingi oleh sosok orang yang tak pernah menyerah, mengeluh dan jengkel. Walaupun beliau jengkel ataupun marah beliau tak pernah menampakkan perasaannya tersebut.
Menggambar jalan diatas lembaran putih bersama kenangan abu-abu terasa sangat sulit. Untunglah ada sosok yang selalu terus menerus menyemangati, dan membuat hidup aisyah menjadi lebih bermanfaat. sosok yang rela melakukan apapun untuk aisyah.sosok itu ialah orangtua Aisyah.
saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan. Ramadhan itu ,merupakan Ramadhan yang tak pernah untuk aisyah lupakan. Ramadhan yang penuh arti. Ramadhan itulah merupakan saksi bisu perjalan aisyah menuju titik pertama pertempurannya.
Aisyah selalu bangga dengan sosok ayah dan ibunya. mereka selalu memberikan support kepada Aisyah, memberi keyakinan serta do'a yang menjadi bekal aisyah.
suatu ketika ayah dan ibu Aisyah hanya sekedar iseng untuk mendaftarkan Aisyah di salah satu sekolah kejuruan kebanggan Makassar. Walau sudah beberapa sekolah yang telah Aisyah daftari, Aisyah sangat menggantungkan harapannya dengan sekolah kejuruan ini. sekolah yang sangat diharapkan oleh orangtuanya.
Tiba saatnya penjabaran usaha yang selama ini Aisyah dan Orangtuanya telah jalani. Tertempel lembaran putih yang terlukis masa depan banyak orang dengan tinta hitam.
"277" nomor yang indah, nomor kebanggaan, nomor yang ditunggu-tunggu tertulis dilembaran putih itu. Entah apa yang harus Aisyah katakan. Wajah kaku, pucat, keringat dingin, panik, senang, bangga terpapar jelas di wajah Aisyah dan juga ayahnya kala itu.
#bersambung.....
my secret..